Tampilkan postingan dengan label PT . Aldhie Tahalele - Moluccas Production. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT . Aldhie Tahalele - Moluccas Production. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

Hubungan Pela Hatusua - Tengah_tengah

Mulai dari Tahun 1899 sejak Negeri ini mendapat Hukuman dengan terjadinya air pasang dengan naiknya gelombang laut menghantam negeri Hatusua, adapun beberapa hal yang saya dapat dari nara sumber saat bercerita kepada kami :

# Cerita Tentang Negeri Lama
Tidak juga disebutkan secara mendetail tentang perkembangan asal mula injil di Negeri Hatusau, pada saat berdomisili di negeri lama. Seperti diketahui negeri lama telah tenggelam akibat air pasang., Pada Dasa warsa ini pendeta yang bertugas yaitu Pendeta Tentua. Pada waktu air pasang ini terjadi pendeta tentua selamat dari terjangan air laut. Bencana ini terjadi pada bulan September tahun 1899 pada suasana perayaan gereja. Ada sesuatu yang menarik dari cerita ini yatitu tenteng adanya peringatan yang diberikan oleh seseorang tanpa identitas dan berwujud malaikat, memberikan sepucuk surat kepada seorang ibu janda yang juga tidak diketahui identitasnya. Dikatakan kepada janda itu untuk tidak boleh membuka atau membaca isi surat itu, hanya dimintakan kepada janda itu untuk memberikan surat itu kepada Tuan Mores / "Posthoider", Kira - kira jam 7 malam, isi surat itu mengatakan bahwa Posthoider dan sanak saudaranya serta pembantunya harus pergi ke tengah lautan menggunakan perahu. kemudian perintah itu dilaksanakan oleh poshoider. sesampainya ditengah laut Posthoider beserta keluarga berdoa (kira-kira jam 12 malam) setelah selesai berdoa Posthoider dan keluarga merasa takut dan berpikir hampir mati karena mereka melihat "kunang-kunang raksasa". Ternyata setelah kunang-kunang itu pergi, tiba-tiba mereka melihat dan merasakan adanya ombak besar setinggi gunung yang datang menghampiri mereka.
pada saat fajar mulai menyingsing, Posthoider beserta keluarga kembali ke negeri, ternyata baru disadarai bahwa ombak yang dilihat dan dirasakan itu meluluh lantakan negeri mereka, dimana banyak korban jiwa dan rumah-rumah hancur, itu lalu mambuat negeri lain merasa iba dan datang untuk membantu, tetapi ada pula yang ingin menghancurkan negeri hatusua secara keseluruhan yaitu orang "Wemale" (Suku Wemale). Dilain sisi ada Orang Tengah - Tengah (Kapitan Tuharea) yang datang untuk membantu dan ada juga orang "Alune" (Suku Alune) yang menjaga negeri hatusua yaitu "Kapitan Sabun", yaitu dari sebelah belakang negeri yang disebut dengan "Hatumena" dan di sebelah depan disebut "Hatumuli". Inilah proses saling membantu dan juga ada rasa benci dari negeri-negeri desekitar dalam menyikapi dan turut merasakan apa yang terjadi pada negeri Hatusua.
Orang tengah - Tengah yaitu mereka yang datang dari pulau Ambon, datang dan membantu, mereka membersihkan mayat-mayat, baik yang ada di pantai maupun yang bergelantungan diatas pohon, juga menyalakan api unggun bagi mereka yang selamat dari bencana, serta berusaha mencari makan bagi orang Hatusua. Dari semua proses saling menbantu dan bahu membahu itulah memunculkan rasa persaudaraan yang sangat erat, kemudian dibuatlah sebuah ritual untuk mengikat persaudaraan tersebut. Adapun ritual itu menggunakan sebatang pohon beringin yang dipegang oleh satu orang dari negeri Tengah-tengah dan satu orang dari negeri Hatusua, dengan sebuah sumpah akan menjadi saudara dan tidak dapat dilepas-pisahkan. Suatu peringatan terhadap siapa saja yang berusaha untuk melepas pisahkan kedua negeri tersebut akan gugur layaknya daun beringin yang gugur dan jatuh ke tanah. Ini kemudian membuat orang Hatusua tidak boleh menikah dengan orang Tengah-tengah.


By :

Aldiron_Tahalele_Moluccas
Blog : http://aldhietahalele.blogspot.com
E-mail : aldironjhonytahalele@yahoo.co.id
sumber cerita : Opa Oni Tahalele (Hatusua)

A . T _ Lateri


Penjelasan Sejarah

      Tertulis dalam buku Latu patih pulau ambon, Datuk-Datuk yang datang dari pulau ibu (Nusa ina) dengan pakatora (rakit) dengan layar daun kelapa, singgah di Lataeri (sekarang Lateri) yang dalam bahasa Hitu yang berarti Tanah rata pada tahun 1514. Saat itu Lateri, Hunuth, Galagala (sekarang Galala) belum ada. 


Pada abad ke-15 sampai abad 17


      Portugis masuk ke Maluku pada abad 15 kemudian merubah nama Lataeri menjadi Lateri yang artinya batu pertama. Portugis singgah di pulau ambon melalui negri Hitu ke Hunuth dan durian patah kemudian menyebrang ke Lateri dan singgah di tanjung Lateri batu, (sekarang tempat tersebut sudah di bangun rumah oleh saudara Christian Saimima).


      Selanjutnya mulai dari abad ke-15 sampai abad ke-16, Datuk-datuk kami yang tinggal dilateri belum termasuk pertuanaan Halong. Masyarakat Halong mengorganisir diri dengan sistim Soa, yaitu Soa Tanah Hitu kemudian datang lagi Soa Selang bersama Pati dari Seram Timur yang sangat dihormatinya oleh Masyarakat Halong dengan membawa seorang permpuan dari lontor Banda yaitu dari Keluarga Latulocol, namun setelah Masyarakat Halong menerima kekeristenan pada tahun 1629 maka Soa Tanah Hitu pergi dan berdiam diHitu Lama, Soa Selang dan pati   pulang ke seram Timur.


     Pada abad ke-17 perkembangan jemaat, barulah Lateri dan Latta termasuk pertuanan atau dusun kecil Halong di bawah pimpinan orang kaya “ALFONSO TUPENALAY”. Dan dari abad ke-15 sampai ke-17 Lateri dan Latta tidak memiliki kepala kampung.



Peraturan Dati dari Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1814
untuk pulau Ambon

    Pada abad ke-18 setelah peraturan Dati Hindia Belanda pada tahun 1814, Belanda merubah nama Lataeri menjadi Lateri. Lalu moyang-moyang kami yang berdiam dari abad ke-15 sampai ke-18 membuat peraturan Dati dari pemerintah Belanda, barulah tiap-tiap negri adat diberi gelar raja (regen) dan desa-desa bawahan dikepalai ole kepala kampung (wijkmester) dan Lateri adalah Nederseteng tanah negri Halong. Lalu dari pasir putih sampai ke Mata passo, maka raja Halong atau regen van Halong memberikan tanah-tanah yang sudah diduduki oleh rakyat Lateri dari abad ke-15 sampai dengan peraturan Dati berlaku pada tahun 1814 ada yang menjadi hak milik seperi tanah eigendom dan hak pakai atau oftal.

    Sesudah rakyat kampung Lateri memiliki tanah-tanah tersebut yang diberikan oleh pemerintah negeri Halong, maka Raja Halong memberikan tugas kepada seorang yang dipercaya dari rakyat Lateri untuk menjadi kepala kampung atau wijkmester, maka penulis telah ingat wijkmester yang pertama adalah Bapak Anakotta, Beliau yang membangun gedung Gereja Lahai Roi tua yang mulai dibangun pada tahun 1850 dan yang diresmikan pada tahun 1875 di Lateri Batu-Batu dan sebuah sekolah kelas 5 (Beliau yang membangun gedung Gereja Lahai Roi tua yang mulai dibangun pada tahun 1850 dan yang diresmikan pada tahun 1875 di Lateri Batu-Batu dan sebuah sekolah kelas 5 (GOVERNEMENT SCHOOL) dan nama beliau tertulis pada batu prasasti bangunan tersebut beserta dengan nama pendeta Predi Kant, Tuan Yosep Kamp pada tahun 1875, gedung diresmikan.


     Nama-nama wijkmester yang terdaftar di kampung Lateri dari abad ke-18 sampai tahun 1988, yaitu  :

1.      Bapak Anakotta                                
2.      Bapak F. Ferdinandus                         
3.      Bapak Welem Sinanu
4.      Bapak Ever Sinanu
5.      Bapak Frans Sinanu
6.      Bapak Leunard Sopacua
7.      Bapak Daniel de Queljoe
8.      Bapak Stevanus Sahetapy
9.      Bapak Musa Wattimena
10.  Berubah menjadi Kelurahan


     Dari abad ke-18 oleh karena kampung Lateri terlalu panjang dan terbagi atas 7 tempat dengan namanya masing-masing  :

1.      Pasir putih
2.      Lateri Batu-Batu
3.      Warikan
4.      Nuntetu
5.      Kusu-Kusu
6.      Jembatan Gurita
7.      Mata passo


By :

Aldhie_Tahalele_Moluccas
Blog : http://aldhietahalele.blogspot.com
E-mail : aldironjhonytahalele@yahoo.co.id







Senin, 26 Desember 2011

Lintas PORSENI 2011 SMA Negeri 5 Ambon



Logo ini adalah logo yang dibuat oleh Seorang siswa SMA Negeri 5 Ambon Dalam Kegiatan Pekan Olahraga Dan Seni Tahun 2011. yang sangat Pintar Dalam Mendisign Logo-logo, ia terinspirasi daro logo-logo yang pernah ia lihat. kegiatan ini dilaksanakan oleh OSIS SMA Negeri 5 Ambon untuk menemukan bakat-bakat siswa, dan untuk mengasah kemampuan yang dimiliki para siswa. jenis Kegiatannya sbb :
:: SENI
     * Nyanyi Tunggal
     * Dance
     * Modeling
:: OLAHRAGA
     * Bola Basket
     * Poco-Poco

Kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dan beroleh hasil yang memuaskan. dan dibalik kegiatan ini ternyata ada sosok-sosok yang merancang dan bertanggungjawab atas kegiatan ini yaitu, Dra . E . KOLOBA selaku Kepala Sekolah. Denisa Tuakora - Kordinator Umum. Aldiron Tahalele - Ketua Panitia Pelaksana PEKAN OLAHRAGA DAN SENI. Serta  PANITIA, PENGURUS OSIS. Ketua panitia kegiatan ini mengatakan 'saya sangat senang dengan tugas yang diberikan kapada saya, karna menurut saya kegiatan ini sangatlah penting untuk menjalin tali persahabatan diantara seluruh siswa, juga sebagai ajang dimana siswa dapat mengasah kemampuan yang dimilikinya. dan kiranya di tahun-tahun yang akan datang. kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali. (Aldhie)

    By :

Aldhie_Tahalele_Moluccas
Blog : http://aldhietahalele.blogspot.com
E-mail : aldironjhonytahalele@yahoo.co.id



Minggu, 27 November 2011

Teenagger as the rehabilisator of global warming

Minggu, 27 November 2011.

Hello sahabat yangt ada di seluruh indonesia...
Salam kenal ya.

Di Tulis Oleh : Aldhi Tahalele

Kita tidak bisa memungkiri bahwa bahwa issue global warming telah menjadi issue penting, tidak saja pada tingkat Negara tetapi pada tingkat dunia, karena sangat berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia di bumi. Bumi yang pada mulanya diciptakan dengan tujuan agar manusia mengelola isi bumi secara bertanggung jawab, perlahan tapi pasti bisa menuju kehancuran jika  semua pihak, baik Negara, pemerintah, dan pribadi melakukan tindakan nyata untuk mengurangi efek pemanasan global. Apa peran remaja serta bagaimana wujud keikut sertaan mereka dalam memperbaiki efek global warming sekaligus bukti peran remaja berjalan dalam kebenaran Kristus akan dijelaskan pada bagian berikut.

Pada abad 20 ini kita semua bersama-sama dengan masyarakat dunia diperhadapkan dengan fakta bahwa suhu rata-rata bumi telah meningkat  0.74 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu rata rata di abad 19. Intergovernmental Panel on Climate Change menyimpulkan bahwa “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke 20 kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.” Penelitian penelitian lanjutan juga paling tidak menyimpulkan bahwa hingga tahun 2100 diperkirakan pemanasan dan kenaikan permukaan air laut akan mencapai 9-88 centimeter pada abad ke 21 dan meningkatkan kapasitas panas dari lautan. Hilang dan berkurangnya luas hutan tropis, pemakaian energy yang berlebihan, pembakaran bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui seperti batubara, minyak bumi dan gas alam menyebabkan pembakaran tersebut melepaskan karbondioksida dan gas gas lainnya yang dikenal sebagai efek gas rumah kaca telah merusak atmosfir sebagai penahan panas matahari. Belum lagi diperparah dengan polusi udara oleh industry dan kendaraan bermotor serta rasa tidak memiliki akan bumi ciptaan Tuhan telah mempercepat kerusakan bumi dan meningkatkan efek efek keselamatan dan kesehatan manusia. IPCC bahwa memperkirakan bahwa jika tidak secepat mungkin dibenahi, maka diperkirakan sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam dalam 30 tahun mendatang. Belum lagi diperparah dengan meningkatnya kondisi cuaca ekstrim yang lazim ditandai dengan badai tropis el nino yang juga memporak porandakan wilayah lautan Pasifik dan curah hujan yang semakin tinggi. Dengan curah hujan yang semakin tinggi maka sangat mungkin terjadi gagal panen di berbagai wilayah dunia serta berjangkitnya penyakit penyakit kristis di berbagai belahan dunia.

sahabat sahabatku terkasih,
Sekarang pertanyaan kritis untuk kita semua, khususnya para remaja yang terkasih. Apakah kita mau mewarisi semua masalah besar yang menghantui dunia? Apakah kita harus tinggal berdiam diri? Apakah ada hal-hal kecil yang bisa kita lakukan dalam peran kita untuk mencegah dan memperbaiki tingkat kerusakan yang lebih besar lagi? Akar dari krisis ekologis termasuk masalah pemanasan global dewasa ini, terletak pada kekeliruan perspektif manusia modern mengenai alam. Alam hanya dianggap sebagai object yang dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi manusia. Atas nama profit, maka segala bentuk eksploitasi alam dan tindakan tak beretika terhadap alam dapat dihalalkan. Manusia memandang alam dalam sikap “economic wants” dan bukan sekedar “economic needs”. Manusia telah mengubah sikapnya terhadap alam dari sikap “butuh” menjadi sikap “serakah”.

Remaja sudah seharusnya mengambil peran yang signifikan untuk melakukan langkah-langkah kecil dalam memperbaiki alam. Hal Pertama yang harus diperbaiki oleh remaja adalah mengubah pandangannya terhadap alam. Remaja harus menjadi pelopor perubahan pemikiran bahwa alam harus dipelihara dan dijaga terus menerus serta memastikan bahwa segala tindakan remaja yang berhubungan dengan alam haruslah diperhitungkan dengan hati hati. Membuang sampah sembarangan, merubah prilaku peduli lingkungan, menanam kembali dan mengisi halaman kosong dengan tumbuhan, harus dimulai dari remaja.
Robert Borong menyatakan bahwa “pemanasan global merupakan akumulasi dari tindak pencemaran yang dilakukan oleh manusia modern, serta mengotori lingkungan. Banjir, longsor dan pencemaran adalah juga ulah manusia” Pemanasan global bahkan merupakan buah tangan dari manusia yang tidak memahami hakekat dari penciptaan alam semesta oleh Allah.

sahabat sahabatku terkasih,

Hal Kedua yang bisa dilakukan oleh remaja adalah terlibat aktif dalam segala bentuk diskusi dan forum penyadaran kembali pentingnya menjaga alam. Perlu segera dibentuk forum komunikasi “Remaja Peduli Lingkungan” di setiap kalangan gereja, supaya mereka dapat saling bertukar informasi, memperkaya diri dengan pengetahuan serta melakukan tindakan nyata secara bersama sama dalam memelihara lingkungan. Forum tersebut diharapkan bisa menjadi alat daya dobrak dan koreksi terhadap setiap penyalah gunaan pemanfaatan lingkungan. Bumi sudah selayaknya dikelola menurut management Ilahi seperti yang dicantumkan dalam Kejadian 2: 19-20, dengan menggunakan dan memanfaatkan sumber alam dan yang terpenting adalah mengusahakan dan memeliharanya. Forum remaja peduli lingkungan akan menjadi forum yang memelihara alam secara baik dan bijaksana serta membagi informasi kepada jutaan umat di sekitarnya dalam rangka menghilangkan ketidak tahuan akan pentingnya alam serta langkah langkah pencegahan sesuai iman Kristen

sahabat sahabatku terkasih,

Mengakhir pidato saya ini, ijinkanlah saya untuk mengingatkan kita sekalian bahwa remaja yang takut akan Tuhan adalah remaja yang secara terus menerus berusaha untuk berjalan dalam kebenaran terang firman Tuhan dan sudah menjadi tugas kita sebagai remaja untuk menerapkan kebenaran firman Tuhan itu dalam bentuk menyadarkan jutaan remaja lain disekitar kita serta mengajak mereka untuk meningkatkan rasa memiliki bumi ciptaan Tuhan.

Remaja yang berjalan dalam kebenaran adalah remaja yang peduli dengan lingkungan untuk masa depan mereka, bahkan generali setelah mereka. Biarlah kita mengingat pendapat Filsuf terkenal Aristoteles bahwa: Aku berpikir akan hal hal yang baik dan benar, karena aku ingin hidup bukan saja hari ini tetapi juga di hari hari depan generasi mendatang.

By :
Aldhie_Tahalele_Moluccas
Blog : http://aldhietahalele.blogspot.com
E-mail : aldironjhonytahalele@yahoo.co.id


Sabtu, 26 November 2011

Info Olahraga

Gabungan pemain-pemain timnas U-23 dan timnas senior bakal melayani LA Galaxy AS, yang dimotori David Beckham. Sebanyak 21 pemain dipanggil bergabung. Dari jumlah itu, 11 pemain dipanggil dari tim nasional yang berlaga di ajang SEA Games 26 lalu.
Sedangkan untuk pelatih dipercayakan juga pada Rahmad Darmawan yang menangani timnas di SEA Games 26. Dua pemain naturalisasi asal Pelita Jaya, Greg Nwonkolo dan Victor Igbonefo juga dipanggil bergabung.
Kedatangan Beckham cs dipromotori Mahaka Sports dan Brown Sports. Rencananya, Beckham dan rombongan Galaxy tiba di Jakarta 28 November 2011. Beckham dan rombongan akan melakukan meet and greet dan coaching clinic sebelum bertanding melawan timnas pada 30 November mendatang.
Berdasar rilis yang diterima Republika, inilah skuad timnas yang bakal menjajal kekuatan LA Galaxy;
Pelatih: Rahmat Darmawan
Timnas U-23: Kurnia Meiga, Andritany Adhriyasa, Diego Michiels, Abdul Rahman, Hasim Kipuw, Mahadirga Lasut, Egi Melgiansyah, Okto Maniani, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai, Titus Bonai
Timnas Senior: Firman Utina, Ahmad Bustomi, M. Ridwan, Cristian Gonzales, Boaz Salossa, Hamka Hamzah, Bambang Pamungkas, Greg Nwonkolo, Victor Igbonefo, Zulkifli.

VISI & MISI Ketua OSIS


Ditulis Oleh : Aldhie Tahalele
Visi & Misi
Calon Ketua OSIS
SMP Negeri 9 Ambon

Visi  :
Menjadikan SMP N 9 ambon sebagai sekolah yang bermutu & berkualitas, serta menciptakan rasa kebersamaan diantara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru. Juga membentuk karakter siswa menjadi siswa yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan.

Misi :
v Menjalankan seluruh tugas serta program Osis yang telah dirancang
v Meningkatkan kedisiplinan siswa dengan cara melaksanakan pemeriksaan Osis 3* se-minggu
v Melakukan  kegiatan ekstra kuriluler
v Melaksanakan program retreet camping dalam rangka membentuk karakter siswa menjadi siswa  - siswi yang disiplin dan berani
v  Melaksanakan kegiatanPorseni diadakan secara non akademis maupun akademis untuk mengembangkan bakat bakat yang dimiliki siswa.

Mako - Mako


“Mako-mako”
Ditulis oleh : Aldhie Tahalele
Tema : Melestarikan Budaya Bangsa
 .
Tarian Mako-mako adalah tarian yang berasal dari Amahai, pulau seram, kabupaten Maluku Tengah. Tarian ini biasanya dibawakan dalam bentuk Kahua, kahua sendiri melambangkan persatuan dan kesatuan. Kahua ini dibawakan dalam bentuk Kapata. Kapata atau bahasa tutur merupakan kapata perang. Ada 2 kapata yaitu, kapata Siwalima, dan kapata mainuru, Kapata peperangan yang diberitakan kapitan atau panglima perang. Dalam sejarah kehidupan masyarakat Maluku kapata dikenal luas sebagai kapata tutur yang dibawakan oleh kelompok – kelompok masyarakat adat.
Kapata berungsi untuk menuturkan kembali sejarah kehidupan dan perkembangan masyarakat pada aspek kehidupan. Tarian ini bernama Mako-mako yang di bawakan oleh 4-10 orang penari, 1 orang kapitan, 3 pengiring (tifa), 1 orang (tahuri/Kuli bia), dan 1 orang (Suling bambu). Tarian ini juga diiringi sebuah lagu yang dibawakan dalam bahasa tanah yaitu “Kapata siwarima”. Berikut adalah lagu tersebut.

“Kapata Siwarima”
Tui-tuiya hei lete, hei lete (2x)                                                                                                                      hei lete…..e nunusaku….o, nunusaku…o                                                                                      riaimoma tarale…le, tarale…le (2x)                                                                                               taralele… morialasamo ( morialasamo )
1.    Uru siwarima – uru siwalima…o (2x)
Uru siwarima – uru nusaina…o92x)

2.    Mae sama ito- sama ito mae…o (2x)
Sama ito mae – ito lekahua…o (2x)

3.    Upu patasiwa – toti apa pua mae (2x)
Apa pua mae – upu patasiwa…o (2x)

4.    Nunusaku…o – nunusaku…o (2x)
Nunu nusaina – nunu siwarima…o (2x)

5.    Upu lepa pela – upu ina lepa…o (2x)
Kwele batai telu – kuru siwarim…o (2x)

6.    Sei hale hatu – hatu lisa pei…o (2x)
Sei lesi sou – sou lesi pei…o (2x)

Manu waile, sima manu waile (2x)
Yailo – yailo makate, yailo mata mao…o (2x)

Kasituri – turi mahinano, lelemaru – maru…o (2X)
Rosi – rosi nekoyaba, rosi ruma lele (2X)

“Perlu mengingatkan bahwa dalam tarian ini terdapat beberapa kode yang diberikan oleh pengiring bagi para penari”


“Alur Tarian”

Awalnya seorang pengriring akan meniup tahuri atau kuli bia sebanyak 3x setelah itu kapitan akan berdiri sambil ber “Huele”  :
wele…… wele……e.e.e.. upu ama, upu ina aleo……

kemudian para penari akan merespons dengan kata :
Mae….eee.. oooo

Setelah itu tifa mulai dimainkan, lagu mulai dinyanyikan dan penari pun mulai menari. awalnya mereka membentuk garis panjang, dilanjutkan dengan dua garis pendek, kemudian mereka maju mundur membentuk huruf “y” setelah itu para penari akan membentuk lingkaran, dan didalam bentuk lingkaran mereka akan menari berputar sambil meloncat. Selanjutnya mereka akan duduk membentuk huruf “V” sambil mengangkat tangannya ke atas, dan saat itu suling pun mulai ditiup, Kemudian berdiri dan kembali melakukan tarian membentuk lingkaran. Dalam lingkaran ini mereka akan maju mundur membentuk lingkaran besar dan kemudian kecil, berulang kali.  setelah itu irama tifa di percepat, dan penari tetap dalam bentuk lingkaran hingga tarian ini selesai.