Minggu, 27 November 2011

Teenagger as the rehabilisator of global warming

Minggu, 27 November 2011.

Hello sahabat yangt ada di seluruh indonesia...
Salam kenal ya.

Di Tulis Oleh : Aldhi Tahalele

Kita tidak bisa memungkiri bahwa bahwa issue global warming telah menjadi issue penting, tidak saja pada tingkat Negara tetapi pada tingkat dunia, karena sangat berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia di bumi. Bumi yang pada mulanya diciptakan dengan tujuan agar manusia mengelola isi bumi secara bertanggung jawab, perlahan tapi pasti bisa menuju kehancuran jika  semua pihak, baik Negara, pemerintah, dan pribadi melakukan tindakan nyata untuk mengurangi efek pemanasan global. Apa peran remaja serta bagaimana wujud keikut sertaan mereka dalam memperbaiki efek global warming sekaligus bukti peran remaja berjalan dalam kebenaran Kristus akan dijelaskan pada bagian berikut.

Pada abad 20 ini kita semua bersama-sama dengan masyarakat dunia diperhadapkan dengan fakta bahwa suhu rata-rata bumi telah meningkat  0.74 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu rata rata di abad 19. Intergovernmental Panel on Climate Change menyimpulkan bahwa “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke 20 kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.” Penelitian penelitian lanjutan juga paling tidak menyimpulkan bahwa hingga tahun 2100 diperkirakan pemanasan dan kenaikan permukaan air laut akan mencapai 9-88 centimeter pada abad ke 21 dan meningkatkan kapasitas panas dari lautan. Hilang dan berkurangnya luas hutan tropis, pemakaian energy yang berlebihan, pembakaran bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui seperti batubara, minyak bumi dan gas alam menyebabkan pembakaran tersebut melepaskan karbondioksida dan gas gas lainnya yang dikenal sebagai efek gas rumah kaca telah merusak atmosfir sebagai penahan panas matahari. Belum lagi diperparah dengan polusi udara oleh industry dan kendaraan bermotor serta rasa tidak memiliki akan bumi ciptaan Tuhan telah mempercepat kerusakan bumi dan meningkatkan efek efek keselamatan dan kesehatan manusia. IPCC bahwa memperkirakan bahwa jika tidak secepat mungkin dibenahi, maka diperkirakan sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam dalam 30 tahun mendatang. Belum lagi diperparah dengan meningkatnya kondisi cuaca ekstrim yang lazim ditandai dengan badai tropis el nino yang juga memporak porandakan wilayah lautan Pasifik dan curah hujan yang semakin tinggi. Dengan curah hujan yang semakin tinggi maka sangat mungkin terjadi gagal panen di berbagai wilayah dunia serta berjangkitnya penyakit penyakit kristis di berbagai belahan dunia.

sahabat sahabatku terkasih,
Sekarang pertanyaan kritis untuk kita semua, khususnya para remaja yang terkasih. Apakah kita mau mewarisi semua masalah besar yang menghantui dunia? Apakah kita harus tinggal berdiam diri? Apakah ada hal-hal kecil yang bisa kita lakukan dalam peran kita untuk mencegah dan memperbaiki tingkat kerusakan yang lebih besar lagi? Akar dari krisis ekologis termasuk masalah pemanasan global dewasa ini, terletak pada kekeliruan perspektif manusia modern mengenai alam. Alam hanya dianggap sebagai object yang dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi manusia. Atas nama profit, maka segala bentuk eksploitasi alam dan tindakan tak beretika terhadap alam dapat dihalalkan. Manusia memandang alam dalam sikap “economic wants” dan bukan sekedar “economic needs”. Manusia telah mengubah sikapnya terhadap alam dari sikap “butuh” menjadi sikap “serakah”.

Remaja sudah seharusnya mengambil peran yang signifikan untuk melakukan langkah-langkah kecil dalam memperbaiki alam. Hal Pertama yang harus diperbaiki oleh remaja adalah mengubah pandangannya terhadap alam. Remaja harus menjadi pelopor perubahan pemikiran bahwa alam harus dipelihara dan dijaga terus menerus serta memastikan bahwa segala tindakan remaja yang berhubungan dengan alam haruslah diperhitungkan dengan hati hati. Membuang sampah sembarangan, merubah prilaku peduli lingkungan, menanam kembali dan mengisi halaman kosong dengan tumbuhan, harus dimulai dari remaja.
Robert Borong menyatakan bahwa “pemanasan global merupakan akumulasi dari tindak pencemaran yang dilakukan oleh manusia modern, serta mengotori lingkungan. Banjir, longsor dan pencemaran adalah juga ulah manusia Pemanasan global bahkan merupakan buah tangan dari manusia yang tidak memahami hakekat dari penciptaan alam semesta oleh Allah.

sahabat sahabatku terkasih,

Hal Kedua yang bisa dilakukan oleh remaja adalah terlibat aktif dalam segala bentuk diskusi dan forum penyadaran kembali pentingnya menjaga alam. Perlu segera dibentuk forum komunikasi “Remaja Peduli Lingkungan” di setiap kalangan gereja, supaya mereka dapat saling bertukar informasi, memperkaya diri dengan pengetahuan serta melakukan tindakan nyata secara bersama sama dalam memelihara lingkungan. Forum tersebut diharapkan bisa menjadi alat daya dobrak dan koreksi terhadap setiap penyalah gunaan pemanfaatan lingkungan. Bumi sudah selayaknya dikelola menurut management Ilahi seperti yang dicantumkan dalam Kejadian 2: 19-20, dengan menggunakan dan memanfaatkan sumber alam dan yang terpenting adalah mengusahakan dan memeliharanya. Forum remaja peduli lingkungan akan menjadi forum yang memelihara alam secara baik dan bijaksana serta membagi informasi kepada jutaan umat di sekitarnya dalam rangka menghilangkan ketidak tahuan akan pentingnya alam serta langkah langkah pencegahan sesuai iman Kristen

sahabat sahabatku terkasih,

Mengakhir pidato saya ini, ijinkanlah saya untuk mengingatkan kita sekalian bahwa remaja yang takut akan Tuhan adalah remaja yang secara terus menerus berusaha untuk berjalan dalam kebenaran terang firman Tuhan dan sudah menjadi tugas kita sebagai remaja untuk menerapkan kebenaran firman Tuhan itu dalam bentuk menyadarkan jutaan remaja lain disekitar kita serta mengajak mereka untuk meningkatkan rasa memiliki bumi ciptaan Tuhan.

Remaja yang berjalan dalam kebenaran adalah remaja yang peduli dengan lingkungan untuk masa depan mereka, bahkan generali setelah mereka. Biarlah kita mengingat pendapat Filsuf terkenal Aristoteles bahwa: Aku berpikir akan hal hal yang baik dan benar, karena aku ingin hidup bukan saja hari ini tetapi juga di hari hari depan generasi mendatang.

By :
Aldhie_Tahalele_Moluccas
Blog : http://aldhietahalele.blogspot.com
E-mail : aldironjhonytahalele@yahoo.co.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar